Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri dan dapat menyerang berbagai organ tubuh secara bertahap jika tidak segera ditangani. Di masyarakat, penyakit ini juga dikenal dengan sebutan sipilis atau raja singa.
Meski terdengar menakutkan, sifilis bisa disembuhkan — terutama jika terdeteksi dan diobati sejak dini. Itulah mengapa memahami gejala, penyebab, dan cara pengobatannya sangat penting.
Sifilis atau yang sering ditulis sipilis dalam bahasa sehari-hari adalah penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Penyakit ini menyebar terutama melalui kontak seksual dan dapat berkembang dalam beberapa stadium — dari gejala ringan hingga komplikasi serius yang mengancam jiwa jika dibiarkan.
Di Indonesia, penyakit ini juga dikenal dengan istilah raja singa karena sifat infeksinya yang menyerang tubuh secara perlahan namun dapat menimbulkan kerusakan organ yang signifikan pada stadium lanjut.
Kabar baiknya, sipilis adalah penyakit yang dapat diobati dengan tuntas menggunakan antibiotik yang tepat.
Penyebab sifilis adalah bakteri Treponema pallidum yang menular melalui:
Yang perlu diperhatikan:
Gejala sifilis berkembang secara bertahap sesuai stadiumnya. Memahami setiap stadium sangat penting untuk deteksi dini.
Ditandai dengan munculnya luka kecil yang tidak nyeri (chancre) di area tempat bakteri masuk — bisa di penis, vagina, anus, bibir, atau mulut. Luka ini biasanya sembuh sendiri dalam 3–6 minggu, tetapi bukan berarti infeksi telah hilang.
Jika tidak diobati, bakteri menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan:
Pada stadium ini, tidak ada gejala yang terlihat — namun bakteri masih aktif di dalam tubuh. Stadium laten dapat berlangsung bertahun-tahun dan tetap menular pada fase awal laten.
Jika sifilis tidak diobati selama bertahun-tahun, dapat menyebabkan kerusakan serius pada:
Stadium tersier bisa mengancam jiwa dan menyebabkan kerusakan permanen.
Ya — sifilis bisa sembuh total jika diobati dengan tepat dan sejak dini.
Pengobatan pada stadium primer dan sekunder memberikan tingkat kesembuhan yang sangat tinggi. Semakin dini sifilis terdeteksi dan diobati, semakin kecil risiko komplikasi jangka panjang.
Namun perlu dipahami bahwa pengobatan sifilis tidak dapat membalikkan kerusakan organ yang sudah terjadi pada stadium tersier — itulah mengapa deteksi dini sangat penting.
Setelah sembuh, seseorang juga bisa terinfeksi sifilis kembali jika kembali terpapar bakteri — tidak ada kekebalan permanen setelah sembuh.
Diagnosis sipilis dilakukan melalui beberapa metode:
Jika Anda ingin melakukan tes IMS secara menyeluruh termasuk tes sifilis, konsultasikan dengan dokter Ederma Clinic untuk mendapatkan rekomendasi pemeriksaan yang tepat.
Biaya pengobatan sifilis bervariasi tergantung stadium penyakit, jumlah sesi suntikan yang dibutuhkan, dan fasilitas klinik.
Untuk informasi lengkap mengenai estimasi biaya suntik sifilis di Ederma Clinic, kunjungi halaman Biaya Suntik Sifilis kami.
Cara mencegah sifilis:
Risiko jika sifilis tidak diobati:
💡 Khawatir dengan gejala IMS lainnya? Baca: Gejala IMS Awal pada Pria dan Gejala IMS Awal pada Wanita
Apakah sipilis bisa sembuh sendiri?
Tidak. Meski gejala seperti luka atau ruam bisa menghilang sendiri, bukan berarti infeksinya sudah sembuh. Bakteri Treponema pallidum tetap aktif di dalam tubuh dan terus berkembang ke stadium berikutnya jika tidak diobati. Pengobatan dengan antibiotik tetap diperlukan.
Berapa lama sifilis sembuh setelah disuntik?
Setelah suntikan Benzathine Penicillin G, gejala biasanya mulai membaik dalam beberapa hari hingga minggu. Namun untuk memastikan infeksi benar-benar tuntas, tes darah lanjutan dilakukan 3, 6, dan 12 bulan setelah pengobatan. Lama kesembuhan tergantung stadium sifilis saat pengobatan dimulai.
Apakah sifilis menular meski tidak ada gejala?
Ya. Pada stadium laten, sifilis tidak menunjukkan gejala tetapi masih dapat menular — terutama pada fase laten awal (kurang dari 1 tahun). Itulah mengapa tes rutin sangat penting meski merasa sehat.
🌟 Ada Gejala Mencurigakan atau Ingin Melakukan Tes Sifilis?
Konsultasikan kondisimu secara langsung dan konfidensial bersama dokter Ederma Clinic. Penanganan dilakukan secara profesional, aman, dan tanpa menghakimi. Kini tersedia di Ederma Clinic Semarang dan Ederma Clinic Lombok.
Referensi
World Health Organization. (2021). Syphilis. WHO Global Health Observatory.
Workowski, K.A., et al. (2021). Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines. MMWR Recommendations and Reports, 70(4), 1–187. 3.动Henao-Martínez, A.F., & Johnson, S.C. (2014). Diagnostic tests for syphilis: New tests and new algorithms. Neurology: Clinical Practice, 4(2), 114–122.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Infeksi Menular Seksual. Kemenkes RI.
Hook, E.W. (2017). Syphilis. The Lancet, 389(10078), 1550–1557.