Our Treatment

Nose Reduction

  • By admin
  • July 8, 2025

Apa Itu Nose Reduction?

Nose Reduction atau reduction rhinoplasty adalah prosedur bedah plastik yang bertujuan untuk mengecilkan ukuran hidung secara keseluruhan atau bagian tertentu dari hidung, seperti ujung (nasal tip), pangkal hidung (nasal bridge), atau lubang hidung (nostril).
Prosedur ini dilakukan baik karena alasan estetika, untuk memperbaiki proporsi wajah, maupun fungsional, seperti memperbaiki struktur hidung yang mengganggu pernapasan.

Nose reduction dapat memberikan penampilan wajah yang lebih harmonis, simetris, serta meningkatkan kepercayaan diri pasien.

Siapa Saja yang Cocok Menjalani Nose Reduction?

Operasi ini cocok bagi individu yang:

  • Merasa hidung terlalu besar, lebar, atau menonjol dibandingkan proporsi wajah.
  • Memiliki hump (tonjolan) di batang hidung.
  • Hidung melebar di bagian ujung atau lubang hidung.
  • Mengalami gangguan pernapasan ringan karena struktur hidung.
  • Tidak puas dengan hasil rhinoplasty sebelumnya (revision rhinoplasty).

Idealnya dilakukan oleh pasien berusia di atas 18 tahun, dalam kondisi fisik dan psikologis yang stabil, serta memiliki harapan realistis terhadap hasil akhir.

Biaya Tindakan Nose Reduction

Biaya nose reduction tergantung pada kompleksitas kasus, teknik bedah, dan fasilitas tempat tindakan dilakukan. Di Indonesia, kisaran biayanya:

  • Rp18.000.000 – Rp60.000.000 per prosedur.
  • Beberapa klinik menyediakan paket gabungan dengan prosedur lain seperti alarplasty (pengecilan lubang hidung) atau hump removal.

Harga bisa berbeda tergantung apakah tindakan dilakukan dengan teknik terbuka (open rhinoplasty) atau tertutup (closed rhinoplasty).

Konsultasi Sebelum Tindakan

Konsultasi awal sangat penting dan meliputi:

  • Analisis struktur hidung secara menyeluruh, termasuk ketebalan kulit dan tulang rawan.
  • Diskusi tentang bentuk dan ukuran hidung yang diinginkan.
  • Penjelasan teknik operasi yang digunakan dan waktu pemulihan.
  • Penilaian kondisi medis dan kesiapan mental pasien.

Dokter mungkin akan melakukan pemotretan wajah dari berbagai sudut untuk analisis proporsi dan perencanaan hasil.

Pertanyaan yang Perlu Diajukan

Sebelum menjalani prosedur, pastikan Anda memahami dengan jelas:

  • Teknik apa yang akan digunakan? (open atau closed rhinoplasty?)
  • Bagian hidung mana yang akan dikurangi?
  • Apakah hasilnya bersifat permanen?
  • Apakah akan ada bekas luka yang terlihat?
  • Kapan saya bisa kembali beraktivitas atau tampil di publik?

Risiko dan Keamanan

Nose reduction aman jika dilakukan oleh dokter bedah plastik atau THT yang berpengalaman, namun tetap memiliki risiko:

  • Memar dan pembengkakan di wajah (biasanya sementara).
  • Bekas luka di area yang tidak tersembunyi (pada teknik open rhinoplasty).
  • Perubahan sensitivitas hidung.
  • Infeksi atau perdarahan ringan.
  • Ketidaksimetrisan hasil (jarang, namun bisa dikoreksi).

Komunikasi yang terbuka dengan dokter sangat penting untuk meminimalkan risiko ini.

Persiapan Sebelum Nose Reduction

Sebelum prosedur dilakukan, pasien perlu:

  • Berhenti merokok minimal 2 minggu sebelumnya.
  • Hindari konsumsi obat pengencer darah seperti aspirin.
  • Lakukan tes laboratorium dasar atau foto rontgen jika disarankan.
  • Puasa 6–8 jam sebelum operasi jika menggunakan anestesi umum.
  • Pastikan dalam kondisi tidak flu atau infeksi saluran pernapasan atas.

Langkah-Langkah Prosedur

  1. Anestesi
    Biasanya menggunakan anestesi umum atau lokal dengan sedasi, tergantung durasi dan kompleksitas tindakan.

b. Sayatan dan Akses Struktur Hidung

  • Teknik tertutup: sayatan dilakukan dari dalam lubang hidung (tanpa bekas luar).
  • Teknik terbuka: sayatan kecil di antara lubang hidung (columella) untuk akses visual penuh.
  1. Pengurangan dan Pembentukan Struktur
    Tulang dan/atau tulang rawan di bagian hidung akan dikurangi atau dibentuk ulang sesuai perencanaan. Dokter akan memastikan struktur tetap simetris dan kuat.
  2. Penutupan Luka dan Pembidaian
    Sayatan dijahit rapi. Hidung akan dipasang splint (penyangga luar) dan tampon (penyangga dalam) untuk menjaga bentuk dan mencegah perdarahan.

Pemulihan Setelah Nose Reduction

Rata-rata masa pemulihan penuh adalah 4–6 minggu, dengan tahapan umum:

  • Hari 1–3: Pembengkakan, memar di sekitar mata, dan hidung terasa mampet.
  • Minggu 1: Splint dilepas. Pasien mulai bisa melihat bentuk awal hasil.
  • Minggu 2–3: Memar mulai hilang. Boleh kembali bekerja atau tampil di publik.
  • Minggu ke-4 hingga ke-6: Pembengkakan berkurang drastis, hasil makin terlihat jelas.

Hasil akhir biasanya terlihat maksimal setelah 3–6 bulan.

Hasil yang Diharapkan

Pasien yang menjalani nose reduction umumnya melaporkan:

  • Bentuk hidung lebih kecil dan proporsional.
  • Penampilan wajah tampak lebih seimbang dan harmonis.
  • Peningkatan rasa percaya diri saat beraktivitas sosial.
  • Dalam beberapa kasus, peningkatan fungsi pernapasan.

Hasil bersifat jangka panjang dan permanen, namun tetap bisa berubah karena proses penuaan atau trauma.

Foto Sebelum dan Sesudah

Foto hasil sebelum dan sesudah tindakan hanya dapat ditampilkan jika ada izin pasien. Namun, Anda dapat meminta simulasi digital wajah atau contoh studi kasus serupa yang relevan dengan kondisi Anda.

Glosarium Istilah

  • Rhinoplasty: Operasi bedah plastik pada hidung.
  • Alarplasty: Tindakan bedah untuk mengecilkan lubang hidung.
  • Columella: Jaringan di antara lubang hidung.
  • Splint hidung: Penyangga eksternal untuk menjaga bentuk hidung pasca tindakan.
  • Closed/Open technique: Teknik tertutup atau terbuka dalam rhinoplasty.

Memilih Klinik dan Dokter Bedah Hidung yang Tepat

Pilih klinik atau rumah sakit yang:

  • Memiliki dokter bedah plastik atau THT bersertifikat dengan pengalaman rhinoplasty.
  • Menawarkan konsultasi menyeluruh, termasuk analisis wajah dan simulasi hasil.
  • Menyediakan fasilitas operasi yang steril dan aman.
  • Memberikan layanan kontrol dan perawatan pasca tindakan secara lengkap.

Edukasi Visual

Di klinik kami, Anda dapat meminta ilustrasi anatomi wajah dan simulasi nose reduction yang realistis untuk membantu memahami proses tindakan, perubahan yang mungkin terjadi, dan hasil yang diharapkan.