Alarplasty adalah prosedur bedah plastik minor yang bertujuan memperkecil ukuran atau melebarkan kembali sayap hidung (ala nasi), untuk menciptakan tampilan lubang hidung yang lebih proporsional dengan wajah. Prosedur ini sering dilakukan secara mandiri atau sebagai bagian dari rhinoplasty.
Pasien ideal untuk alarplasty:
Memiliki lubang hidung lebar, menonjol, atau melebar saat tersenyum.
Ingin perbaikan estetika pada bagian bawah hidung.
Tidak memerlukan perubahan struktur dalam (seperti tulang atau septum).
Dalam kondisi fisik sehat dan memiliki harapan realistis.
Biaya alarplasty umumnya lebih rendah dari rhinoplasty karena ruang lingkupnya lebih terbatas. Di Indonesia, harga berkisar Rp 15 juta – Rp25 juta, tergantung fasilitas klinik, teknik yang digunakan, dan pengalaman dokter.
Tujuan konsultasi meliputi:
Evaluasi proporsi wajah dan struktur hidung.
Diskusi mengenai bentuk ideal lubang hidung.
Penjelasan mengenai teknik pembedahan.
Simulasi bentuk hidung pasca tindakan (jika tersedia).
Penentuan apakah tindakan bisa berdiri sendiri atau sebaiknya dikombinasikan.
Beberapa pertanyaan penting:
Apakah saya kandidat yang tepat untuk alarplasty?
Apakah bekas luka akan terlihat?
Apakah hasilnya permanen?
Berapa lama waktu pemulihan?
Apakah prosedur ini bisa digabung dengan rhinoplasty?
Meski minim risiko, beberapa kemungkinan komplikasi meliputi:
Bekas luka di tepi lubang hidung.
Asimetri bentuk lubang hidung.
Infeksi ringan.
Reaksi terhadap jahitan.
Semua risiko dapat diminimalkan dengan teknik yang tepat dan perawatan pasca operasi yang baik.
Hindari obat pengencer darah 5–7 hari sebelum tindakan.
Konsultasikan riwayat alergi atau penyakit kronis.
Pastikan kebersihan area wajah dan hidung.
Tidak memerlukan puasa bila dilakukan dengan anestesi lokal.
Biasanya menggunakan anestesi lokal.
Sayatan dibuat di lipatan luar lubang hidung atau di area dasar hidung.
Sebagian jaringan kulit dan jaringan lunak diangkat untuk mengecilkan lubang hidung.
Area sayatan dijahit dengan teknik tersembunyi untuk meminimalkan bekas luka.
Durasi tindakan umumnya hanya 30–60 menit.
Hari 1–3: Bengkak ringan dan rasa tidak nyaman.
Hari 5–7: Jahitan dilepas, pembengkakan mulai mereda.
Minggu 2–3: Hasil awal terlihat, dapat kembali beraktivitas penuh.
Bulan ke-1: Hasil mulai terlihat natural.
Bekas luka akan memudar dalam 3–6 bulan.
Hasil alarplasty bersifat permanen. Lubang hidung tampak lebih proporsional dan estetis, tanpa mengubah struktur utama hidung. Perubahan umumnya halus namun signifikan terhadap penampilan wajah secara keseluruhan.

Melihat dokumentasi pasien sebelumnya membantu calon pasien memahami hasil yang realistis. Foto before-after akan ditampilkan dengan izin pasien, disesuaikan dengan kondisi dan bentuk wajah masing-masing.
Ala Nasi: Sayap atau sisi luar lubang hidung.
Alar Base: Bagian dasar dari sayap hidung, lokasi umum sayatan.
Hypertrophic Scar: Bekas luka menonjol, biasanya dicegah dengan teknik penjahitan yang baik.
Asimetri Alar: Ketidaksamaan bentuk lubang hidung kiri dan kanan.
Pilih dokter bedah plastik yang:
Memiliki sertifikasi Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetika (Sp.BP-RE).
Berpengalaman khusus dalam prosedur wajah.
Memiliki dokumentasi hasil pasien sebelumnya.
Praktik di klinik resmi dengan fasilitas steril dan terakreditasi.
Visualisasi dalam bentuk video animasi membantu pasien memahami bagaimana sayatan dilakukan dan bagaimana perubahan bentuk terjadi. Video ini tersedia di klinik profesional sebagai bagian dari edukasi prabedah.